ERROR: inconvertible types pada Netbeans

Pesan Erro=
inconvertible types
requied com.sun.jndi.ldap.Connection
found java.sql.Connection

Penanganan:
1. silahkan check import package’nya,
2. Delete “import com.sun.jndi.ldap.Connection”
3. Ganti dengan “import java.sql.Connection”

Error ini muncul karena kebiasaan kita menggunakan ctrl+spasi sehingga kita tanpa sadar memilih Connection yang tidak kita perlukan

Sekian

Iklan

Selapanan Denia

Hari ini, Senin 19 Spetember 2011, malam Selasa Legi adalah syukuran selapanan anak saya, Denia Arsanti Putri..
Selapanan kami adakan secara sederhana saja, hanya dengan mengundang tetangga-tetangga sebelah serta sedulur untuk menghadiri Kenduri.

Kenduri ini dipimpin sendiri oleh Mbah buyut anak saya (maksudnya kakek saya) yaitu Mbah Harto. Berkah didoakan dan diAmini bersama-sama, dan setelah selesai maka setiap orang membawa berkah, dan apabila ada tetangga yang tidak datang maka berkah tersebut dititipkan.

Sebelum acara ini, saya dan istri saya pada pagi harinya membawa anak kami ke rumah sakit untuk ditimbang dan alhamdulillah berat anak saya sekarang sudah 3200 gram atau naik 1100 gram dari pas kelahiran. Senang sekali saya rasakan ketika melihat wajah gembira istri saya pada saat mengetahui berat badan anak kami 🙂
Baca pos ini lebih lanjut

Denia Arsanti Putri

Hari Selasa Legi tanggal 16 Agustus 2011 jam 11.05 WIB di RSUD Sleman telah lahir seorang anak perempuan yang sangat dinanti oleh kedua orangtuanya beserta keluarganya dengan berat 2100 gram.. Dialah anakku Denia Arsanti Putri

MItoni (7 Bulanan)

Alhamdulillah kandungan isteriku sudah mencapai 7 bulan lebih. Dan ucapan syukur kami kepada Allah SWT atas karunia kesehatan yang telah diberikan kepada kami. Dan Insya Allah rencananya kami akan melangsungkan upacara Mitoni atau 7 bulanan sebagai salah satu wujud rasa syukur kami pada hari Senin 4 July 2011 atau malam Selasa Wage. Kami mohon do’anya semoga acara ini dapat berjalan lancar. Amien

Apa itu Mitoni???

Mitoni iku asalé saka tembung pitu (7). Upacara adat iki diselenggarakaké wektu calon ibu nggarbini utawa meteng 7 sasi, tujuane kanggo keslametan calon bayi lan ibuné utawa kanggo sing sifaté tolak bala. Ing dhaérah tinentu, upacara iki uga diarani tingkeban.

Baca pos ini lebih lanjut

Kado Terindah

Dulu saya pernah membaca sebuah artikel tentang kado terindah yang kita semua sebenarnya bisa memberikannya kepada seseorang yang kita sayangi dan cintai asalkan ada kerelaan serta keikhlasan untuk mencoba menghadiahkannya. Namun saya lupa dimana saya menyimpan artikel tersebut, dan berhubung saya penasaran maka saya cari digoogle, eh ternyata ada yang mempostingkannya dengan judul aslinya”8 Kado terindah”. tapi sayang sumbernya tidak dituliskan dalam blog tersebut, jadi untuk sementara sumber dari artikel ini saya kosongkan (sambil cari-cari sumbernya)

Pernahakan anda memberikan sesuatu hadiah kepada orang yang anda sayangi, seperti jam, mobil, pesawat, atau yang lain. Paddahal kado yang paling indah sudah kita punya, hanya saja Baca pos ini lebih lanjut

Harmonis Dengan Canda

“Mas, itu ada tukang bakso lewat!” ujar seorang istri pada suaminya. “Stttt… biarkan Dik, dia kan sedang usaha. Jangan diganggu!” Mendengar ucapan suaminya tentu saja sang istri merasa gemas lalu mengejar sang suami yang ingin dicubitnya. Si suami tentu saja senang berhasil mencandai istrinya. Meski agak dongkol sang istri pun tertawa-tawa cukup lama. Apakah anda senang bercanda dengan pasangan Anda, atau apakah pasangan anda senang menajak bercanda? Kalau jawabannya jarang atau bahkan tidak, Baca pos ini lebih lanjut

Cara Bijak Memarahi Anak

Sebagaimana senyuman yang damai, kadang kita harus memarahi anak. Ini bukan berarti kita meninggalkan kelembutan, sebab memarahi dan sikap lemah-lembut bukanlah dua hal yang bertentangan. Lemah-lembut merupakan kualitas sikap, sebagai sifat dari apa yang kita lakukan.
Sedangkan memarahi -bukan marah-merupakan tindakan. Orang bisa saja bersikap kasar, meskipun dia sedang bermesraan dengan istrinya.Persoalan kemudian, kita acapkali tidak bisa meredakan emosi pada saat menghadapi perilaku anak yang menjengkelkan. Kita menegur anak bukan karena ingin meluruskan kesalahan, tetapi karena ingin terus-menerus belajar meredakan emosi saat menghadapi anak, utamanya saat menghadapi perilaku mereka yang membuat kita ingin berteriak dan membelalak. Jika tidak, teguran kita akan tidak efektif. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka justru semakin menunjukkan “kenakalannya”.Sekali lagi, betapa pun sulit dan masih sering gagal, kita perlu berusaha untuk menenangkan emosi saat menghadapi anak sebelum kita menegur mereka, sebelum kita memarahi mereka.Selebihnya, ada beberapa catatan yang bisa kita perhatikan:
Baca pos ini lebih lanjut